Kapolres Dan Ketua Bhayangkari Cabang Karanganyar Bezuk Warga Ngargoyoso Penderita Osteosarcoma

0
141

Polres Karanganyar – Sebagai bentuk dan wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan uluran bantuan.

Kapolres Karanganyar, AKBP Danang Kuswoyo bersama dengan ketua Bhayangkari Cabang Karanganyar Nova Danang Kuswoyo, Jumat (25/2) sore melakukan kunjungan terhadap Feliq Anang Kristiansyah (15) salah satu pemuda asal Dusun Klampok RT 03, RW 19, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Dimana pemuda yang menjadi harapan bangsa tersebut menderita penyakit Osteosarcoma atau biasa disebut dengan kanker tulang, pada lutut sebelah kiri. Lantaran sempat terjatuh di Sungai yang berada di wilayah tersebut beberapa bulan yang lalu.

Didampingi Kapolsek Ngargoyoso AKP Yulianto, beserta anggota Bhayangkari, Kapolres Karanganyar diterima langsung oleh orang tua Feliq, yakni Purwanto (41) dan itrinya Giyarsi (36). Dan langsung diantar untuk menemui Feliq yang saat itu tergeletak lemas di kasur di dalam kamarnya.

Dalam pertemuannya, Kapolres mendoakan agar keluarga Purwanto untuk bisa bersabar dan menjalani kondisi tersebut dengan ikhlas, dengan diikuti usaha dan doa agar penyakit yang diderita oleh Feliq segera bisa diatasi.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari jajaran Polsek, kalau ada warga yang membutuhkan bantuan. Kemudian kami minta untuk mendata apa saja yang dibutuhkan, dan hari ini kita berikan tali asih kepada keluarga agar bisa sedikit mengurangi beban kebutuhan dalam menyembuhkan mas Feliq,” kata Kapolres.

Disisi lain, Orang tua Feliq yakni Purwanto (41) menceritakan, sebelum terkena kangker tulang yang semakin hari semakin membesar. Feliq yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara buah hati pasangan Purwanto dan Giyarsi tersebut. Sebelumnya sempat terjatuh saat bermain di sungai yang ada didekat rumahnya.

Naas saat terjatuh, lutut Feliq diketahui sempat membentur bebatuan yang ada disungai tersebut, dan setalah dilarikan ke pengobatan tradisional, jelang beberapa bulan, Purwanto curiga dengan kondisi lutut anaknya yang sedikit membesar.

“Kami curiga setelah dilarikan ke pengobatan tradisional, dua sapai tiga bulan kok seperti ada benjolan. Setelah kami periksanak ke dokter dan poli tulang, ternyata ada system pembengkakan pada tulang mas Feliq, dan oleh dokter diminta untuk dirwat terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi,” kata Purwanto.

Lantaran biaya untuk proses perawatan untuk melakukan kemoterapi sesuai dengan saran dari dokter, keluarga mengaku harus banting tulang untuk bisa mencukupi kebutuhan biaya kesehariannya.

“Jadi sebelum dilakukan operasi itu, kami harus melalui empat tahap atau siklus yang harus dijalani mas Feliq. Ini sudah masuk dalam tahap kedua, tinggal dua tahap lagi untuk nanti bisa dilakukan operasi. Dan dalam tahapan ini, terus terang kami kami memang kusulitan, karena harus menyediakan kebutuhan gisi tidak hanya bagi tubuhnya, tapi juga bagi tulang lutut mas Feliq agar nanti tidak terus membesar,” ungkapnya. (Humaareskra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here