Sempat Membuat Warga Resah, Akhirnya ODGJ Diamankan Polsek Tasikmadu

0
193

Polres Karanganyar – Tribratanews.jateng.polri.go.id | Berawal dari adanya laporan masyarakat sekitar, bahwa di Desa Kalijirak ada seorang laki-laki yang mondar – mandir sehingga menimbulkan kecurigaan warga dan meresahkan, Polsek Tasikmadu mendatangi lokasi untuk menindak lanjutinya.

 

Tepatnya di dusun Wates Kelurahan Kalijirak Kecamatan Tasikmadu Karanganyar, berhasil diamankan seorang laki – laki yang dimaksudkan oleh warga, Selasa (31/1/23) pagi.

 

Setelah diminta keterangan dan identitas oleh tiga personil Polsek Tasikmadu bersama Babinsa, didapati identitas laki-laki tersebut Bernama Joko Wahyono, berusia 40 tahun warga Ngemplak Mojosongo Surakarta.

 

Pasalnya seorang laki-laki tersebut merupakan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), setelah petugas melakukan pengecekan kondisi langsung terhadap orang tersebut.

 

Disampaikan oleh Kapolsek Tasikmadu AKP Teguh Sardiyanto, bahwa berdasarkan laporan masyarakat ke Polsek Tasikmadu adanya seorang laki-laki yang membuat warga resah di Desa Kalijirak Tersebut, dan hasil dari tindak lanjut dilokasi bahwa orang tersebut yang merupakan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Lebih lanjut, ODGJ dengan identitas Joko Wahyono sempat diamankan ke Polsek untuk diperiksa atau diberikan beberapa pertanyaan, dari hasil kordinasi dengan Dinas Sosial selanjutnya ODGJ tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial.

 

“Tidak ditemukan senjata tajam ataupun barang yang membahayakan dari Joko Wahyono, namun didapati dari barang bawaannya buku IQRO, Alquran berukuran kecil dan KTP “ bebernya.

 

Menurut keterangan beberapa warga ODGJ Joko Wahyono sempat meminta – minta uang (mengemis) dari rumah ke rumah secara sukarela/tidak memaksa, dengan alasan untuk kehidupan sehari – hari untuk pulang ke rumah daerah Boyolali karena saat ini sudah tidak mempunyai rumah (sudah dijual).

 

Ditambahkan oleh Ps.Kasubsi Penmas Humas Polres Karanganyar Bripka Sakti, bahwa sempat adanya berita / informasi saat Polsek Tasikmadu mendatangi ODGJ tersebut, yang dibuat oknum dengan mengubah narasi tidak benar “Penangkapan Pelaku Penculikan Anak” atau bisa dipastikan HOAX.

 

“Kami haimbau agar masyarakat jangan menyebarkan informasi / berita yang tidak benar HOAX, yang dapat membuat situasi tidak kondusif dengan serta kepanikan di masyarakat” terangnya.

 

Disisi lain mayarakat harus bisa cermat dalam menerima informasi dan cek kebenarannya sehingga tidak terbawa oleh berita HOAX, biasakan  saring sebelum share.

 

“Tetap selalu waspada terhadap situasi di sekitar kita, tidak perlu panik yang berlebihan terhadap informasi yang belum jelas kepastiannya” pungkas Sakti.

 

Humasreskra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here