Sabtu, April 4, 2026
Beranda blog Halaman 286

Kapolda Gelar Hasil Operasi Sikat Jaran Candi, 325 Pelaku Ditangkap, Barang Bukti Senilai 8 M Diamankan

0

SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, memimpin konferensi pers dalam rangka ungkap hasil Operasi Sikat Jaran Candi Tahun 2021. Operasi yang dimotori Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng itu, berlangsung selama 20 hari sejak tanggal 11-31 Oktober 2021.

Dalam kegiatan yang juga digelar serentak di jajaran eks Polwil se Jateng itu, Kapolda didampingi Waka Polda, Brigjen Pol Abioso Seno Aji, Karo Ops Polda Jateng, Dirreskrimum Polda Jateng, dan Kabid Humas Polda Jateng. Sedangkan Kapolres jajaran mengikuti kegiatan secara daring.

Dalam kegiatan konferensi pers yang digelar spektakuler itu, ratusan tersangka berhasil diamankan dengan sejumlah barang bukti mulai beberapa unit sepeda motor hingga mobil mewah serta alat bukti kejahatan. Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan penyerahan barang bukti seperti sepeda motor dan mobil kepada para pemilik yang sah.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Ops Jaran Candi 2021 yang digelar selama 20 hari yang mentargetkan pelanggar pasal 362, 363, 365 dan 480 KUHP. Selama kurun operasi dilaksanakan mendapatkan hasil sebanyak 325 (tiga ratus dua puluh lima) orang tersangka, yang terdiri dari 318 orang (Laki-laki), 6 Orang (Perempuan) dan1 Orang (Anak).

Dalam operasi Sikat Jaran Candi 2021, terdapat ungkap kasus unik, dimana ada pasangan suami istri yang ditangkap Satgas Polres Pati dan Bapak anak yang ditangkap Satgas Polda Jateng.

“Ops Sikat Jaran Candi 2021 berhasil mengungkap 110 TO (tercapai 100%) dan berhasil mengungkap perkara non-TO sebanyak 162 perkara (melebihi dari target yang telah ditentukan yakni 150%),” ungkap Kapolda dalam konferensi pers, Selasa (2/11) siang.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil diamankan yakni SPM R2 sebanyak 287 (dua ratus delapan puluh tujuh) unit berbagai merk dan jenis, R4 sebanyak 14 (empat belas) unit berbagai merk dan jenis termasuk dua mobil mewah, R6 sebanyak 3 (tiga) unit truk box, Laptop sebanyak 21 (dua puluh satu) unit, Handphone sebanyak 99 (sembilan puluh sembilan) unit berbagai merk, Perhiasan emas 763 (tujuh ratus enam puluh tiga) gram.

“Ops Jaran Candi menggunakan anggaran DIPA sebesar Rp 2.890.000.000. Adapun barang bukti yang diamankan jika dikonversi ke rupiah, diperoleh nilai sekitar Rp
8.050.000.000. Artinya itulah nilai barang-barang korban yang dapat yang diselamatkan dalam operasi Sikat Jaran Candi 2021,” imbuhnya.

Mengakhiri gelaran konferensi pers, Kapolda sempat berdialog dengan para tersangka yang rata-rata mengungkapkan penyesalan mereka karena telah melanggar hukum. Lebih lanjut Kapolda secara simbolis mengembalikan barang bukti hasil kejahatan kepada pemilik yang sah.

Pengembalian barang kepada pemiliknya ini sontak mengundang rasa syukur dan ucapan terima kasih mereka pada Polri.

Salah satu korban tindak pidana pencurian, Feri H warga Sukoharjo yang mobil Jeep Rubicon miliknya berhasil ditemukan Polda Jateng mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kapolda Jateng khususnya Ditreskrimum Polda Jateng yang berhasil mengungkap kasus pencurian mobilnya dalam kurun waktu singkat. Ia mengaku jika dikonversikan saat ini nilai mobil mencapai Rp 700 juta hingga Rp 800 Juta.

“Terima kasih Kapolda Jateng dan Dirreskrimum Polda Jateng dalam waktu lima hari mobil saya dapat ditemukan bahkan proses pengembaliannya juga cukup cepat dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ungkapnya.

Bhabinkamtibmas Dibantu Babinsa Amankan Penyaluran BLT Desa Ngringo

0

Karanganyar – Bhabinkamtibmas Desa Ngringo bersama Babinsa melaksanakan pengamanan dan pemantauan penyaluran bantuan lansung tunai Dana Desa (BLT DD) Tahap ke 11 bulan November 2021 di Desa Ngringo Kecamatan Jaten Karanganyar, di Kantor Desa Ngringo, Rabu (3/11).

Kapolsek Jaten AKP Yuni Marsianto, S.H dilokasi yang berbeda memberikan keterangan bahwa Polsek Jaten Polres Karanganyar selalu mengikuti dan memonitoring setiap kegiatan masyarakat dengan mengedepankan para bhabinkamtibmas yang melekat di tiap desa dengan dibantu babhinsa dari koramil.

Penerima bantuan Penyaluran BLT DD Desa Ngringo sejumlah 178 orang yang hadir 166 dengan keterangan 12 orang meninggal, penerima bantuan senilai  Rp 300.000,-(tiga ratus ribu rupiah) untuk setiap KPM. diharapkan dengan adanya bantuan tersebut dapat dimanfaatkan / dipergunakan sebaik-baiknya oleh penerima bantuan. (humasreskra)

Jaga Generasi Penerus Bangsa, Kapolri Beri Dukungan Psikososial ke Anak Terdampak Covid-19.

0

Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan dukungan psikososial kepada anak-anak dan disabilitas yang terdampak Pandemi Covid-19.

Sigit mengungkapkan, anak-anak adalah aset Bangsa Indonesia karena merupakan generasi penerus. Sehingga, kata Sigit, mereka juga harus mendapatkan perlindungan yang sama atas kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan.

Demi memenuhi kebutuhan dasar bagi anak yang terdampak Pandemi Covid-19 itu, Sigit menyebut, hal itu adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah, TNI, Polri dan stakeholders lainnya.

“Sebagai wujud kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, khususnya di situasi Pandemi Covid-19, maka diselenggarakan dukungan psikologis sosial bagi anak-anak yang terdampak Covid-19 tahun 2021 dengan tema ‘Peduli Anak, Indonesia Tangguh’,” kata Sigit di Lapangan Lemdiklat Polri, Ciputat, Jakarta Selatan, Selasa (2/11/2021).

Menurut mantan Kapolda Banten tanggung jawab bersama antar-pihak ini juga merupakan pesan dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, bangkitnya rasa kemanusian, persaudaraan, dan persatuan dari segala penjuru adalah sebuah kekuatan maha besar yang menambah keyakinan musibah ini akan mampu diatasi bersama-sama.

“Jadi apa yang disampaikan Pak Presiden ini terbukti dengan kepedulian kita bersama untuk bisa hadir dan berkontribusi untuk anak-anak kita,” ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Sigit memaparkan, di tengah Pandemi Covid-19 sudah ada 25.000 anak yang menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu. Bahkan, dari jumlah itu diantaranya ada anak-anak dari personel TNI-Polri yang orang tuanya harus gugur saat berada di garis terdepan menangani virus corona.

“Korban Covid-19 adalah seorang bapak, seorang ibu, ada juga mereka TNI-Polri, mereka yang bertugas ikut menangani Covid-19, dan mereka yang selama ini bertugas dan berbakti di lini terdepan. Dalam kesempatan ini kita mendoakan saudara kita yang telah gugur dalam menghadapi Pandemi ini. Semoga diberikan tempat terbaik di sisinya dan selalu diterima amal ibadahnya,” ucap Sigit dengan nada terenyuh.

Dalam dukungan psikososial, Pemerintah, TNI, Polri dan stakeholders lainnya memberikan pelayanan bantuan psikologis, konseling, dan kedepan akan ada layanan Hotline dan e-psikologi untuk memastikan psikologis mereka baik. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) terhadap anak dan kaum disabilitas.

Sigit menegaskan, semua niat baik dan dukungan ini berdasarkan azas Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

Oleh sebab itu, Sigit menekankan bahwa, dukungan psikososial ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan melakukan mapping potensi dan bakat anak-anak, kegiatan konseling tatap muka baik secara langsung maupun tidak langsung dengan pemanfaatan teknologi yakni Hotline Center Polri juga pengembangan aplikasi e-psikologi Polri untuk eksternal khususnya konseling anak. Lalu, lakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak sehingga sesuai dengan potensi dan bakat yang ada.

“Mengutamakan keselamatan rakyat merupakan kekuatan hukum tertinggi, yang tentunya ini kita lakukan secara terus menerus dan berkelanjutan,” ucap Sigit.

Pada kegiatan ini, Polri bersama dengan seluruh pihak yang terlibat memberikan dukungan Psikososial serentak di 34 Provinsi kepada balita, anak-anak, remaja, dan kelompok disabilitas sebanyak 2.333 orang. Yang terdiri dari 2.138 anak-anak, 195 kelompok disabilitas, dan 48 orang tua pendamping. Selain itu, telah dibuka pula layanan konseling psikologis bagi orang tua pendamping.

Sigit berharap, dengan adanya kegiatan ini, anak-anak terdampak Covid-19 tidak kehilangan keceriaan masa kecilnya dan tidak menganggu tumbuh kembangnya. Mengingat, mereka adalah calon pemimpin Bangsa Indonesia kedepannya. Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam acara ini.

“Tidak boleh kehilangan keceriaan, mereka harus mendapatkan keinginannya. Kita harus antar mereka agar menjadi apa yang menjadi cita-citanya. Itu harapan kita semua. Karena mereka generasi penerus bangsa. Tak menutup kemungkinan dari mereka lahir calon pimpinan yang memimpin Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu terima kasih kepada seluruh tim dan saya yakin apa yang dilakukan menjadi ibadah bagi kita semua,” papar Sigit.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga menyempatkan untuk menyapa anak-anak secara virtual di beberapa daerah. Ia sempat berbincang dengan seorang anak yang ingin menjadi polisi.

Setelah mendengar keinginan anak tersebut, Sigit langsung menginstruksikan kepada jajarannya di daerah untuk memastikan cita-citanya tersebut tercapai.

Lebih dalam, Sigit menyebut, dengan membangun dan menjaga generasi penerus bangsa ini, maka sejalan dengan mempersiapkan pembangunan SDM sejak dini, ketika nantinya Indonesia mendapatkan bonus demografi di usia produktif, yang diprediksi terjadi pada tahun 2030 mendatang.

Dengan adanya kesiapan dini menyambut bonus demografi, Sigit menyatakan bahwa, terciptanya SDM yang unggul menjadi kunci utama untuk Indonesia dapat maju.

“Mereka adalah bonus demografi. bagaimana kita bisa mengelola bonus tersebut sehingga menjadi SDM-SDM yang unggul, profesional dan mengisi persiapan dengan kerja kemampuan dan karya untuk wujudkan SDM yang siap mengantar Indonesia menjadi besar dan diramalkan sebagai negara nomor 4 terbesar di dunia,” ujar Sigit.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mereka menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya acara dan perhatiannya terhadap anak-anak.

3 Tahun Iskandar Hampir Ikhlaskan Motor Beat Merahnya , Polres Karanganyar Berhasil Tangkap Pencurinya

0

KARANGANYAR,  Iskandar (35) warga Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar , tampak semringah, saat melihat sepeda motor kesayangannya yang hilang dicuri 3 tahun yang lalu berhasil kembali.

Anggota Polres Karanganyar tidak kenal jemu dan menyerah hanya untuk mengungkap pencurian sepeda motor. ketekunan serta komitmen pelayanan prima yang dikedepankan sehingga berhasil mengungkap kasus tersebut.

Kapolres Karanganyar AKBP Syafi Maulla mengatakan jiwa polisi adalah melayani sehingga walau sekecil apapun kasusnya meskipun sudah dilaporkan maka harus ditangani sampai tuntas. “Dalam hal ini jangan dilihat besar kecilnya kasus namun lihatlah etos kerja polisi dengan suka duka liku-likunya selama tiga tahun fokus mengungkap curanmor sebuah Honda Beat milik anak kos di Jaten, Karanganyar,” tandasnya, Selasa (2/11/2021) usai acara di Mapolres Surakarta.

Menurut Kapolres motor tersebut sempat dibawa kabur keluar kota dan berpindah-pindah tempat. Bahkan motor Honda Beat itu sempat dibawa ke Sumatra. Namun setahap demi setahap anggota Polres Karanganyar dengan mengunakan jaringan antar polisi akhirnya bisa mengendus dan alhasil tepat tiga tahun bisa terungkap.

“Motor itu selain berpindah-pindah tempat juga pindah kesejumlah orang hingga akhirnya tertangkap di Pulau Jawa,” ujarnya.

Sementara itu pemilik Honda Beat, Iskandar (35) warga Karanganyar mengaku bersyukur saat diberi kabar oleh polisi bahwa motornya berhasil ditemukan. “Saya tidak bisa berkata apa-apa kecuali ucapan terima kasih pada Polres Karanganyar atas kembalinya motor saya dan tanpa dipungut biaya sepeser pun, ternyata saya tidak percuma lapor Polisi ” ungkapnya.

Iskandar menjelaskan motor tersebut hilang sejak 2018 diparkiran kos-kos an di kawasan Kecamatan Jaten. Saat itu motor dikunci stang ditinggal mandi, namun sejurus kemudian motor hilang dicuri. “Saat itu 2018 saya melaporkan kasus tersebut ke Polres Karanganyar dan belum ada kabar hingga saya ikhlaskan. Namun saya kaget ternyata walau tiga tahun hilang motor bisa ditemukan polisi,” pungkasnya.

humas

Beri Dukungan Psikososial Untuk Anak-anak Terdampak Covid-19 Polda Jateng Gelar Webinar dan Bakti Sosial

0

Semarang – Perubahan rutinitas dari kondisi sebelum dan masa pandemi Covid-19 menyebabkan perasaan sedih, cemas, bahkan stress bagi anak usia dini yang menjadi kelompok paling rentan terdampak covid-19.

Menanggapi hal ini Polda Jawa Tengah menggandeng 100 anak anak yang terdiri dari 80 anak yatim piatu dan 20 anak penyandang disabilitas untuk diberikan tali asih dan sarana kontak kepada anak- anak tersebut.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan Hal itu demi menyelamatkan anak-anak dari dampak psikososial seperti stres yang bisa mempengaruhi perilaku, mental, dan aktivitas psikososial.

“Dalam kondisi seperti ini, mereka (anak-anak) tak mengerti apa yang dihadapi. Kuncinya menjaga rutinitas bagi anak-anak usia dini,” kata Luthfi dalam zoom meeting “Dukungan Psikososial Serentak Terhadap Anak-Anak Terdampak Covid-19 di Seluruh Indonesia.” Selasa (2/10/2021).

Kegiatan yang bertempat di Mako Brimob Srondo Semarang tersebut dihadiri oleh Wakapolda Jateng, Karo SDM Polda Jateng, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Al-Qudusy dan para PJU Polda Jateng.

Adapun acara tersebut dimulai dengan Pelaksanaan Zoom Meeting bersama Kapolri, Panglima TNI, Mensos, dan Kak Seto dari Komnas Perlindungan Anak RI, lalu acara dilanjutkan ke Polda Jateng dalam rangka menyerahkan bantuan sarana kontak dan tali asih dari Polda Jateng kepada anak anak terdampak covid-19.

Kapolda menerangkan pemberian bantuan sebagai trauma healing untuk anak-anak terdampak covid-19.

“Trauma Healing Ini dilaksanakan dengan tujuan agar para korban terdampak covid-19 dapat segera bangkit kembali dan dapat menghilangkan trauma yang dialaminya,” terang Luthfi.

Karo SDM Polda Jateng sekaligus Ketua Pelaksana Kombes Pol Drs. Iriansyah kegiatan mengatakan Polri siap membantu para orang tua asuh untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang terdampak covid-19.

“Kepada pembimbing, atau pendamping atau orang tua asuh tidak usah kawatir kurang apa-apa, lapor polisi nggih, ibu-ibu sekalian Yen kurang nopo-nopo terhadap putra-putrinya nyuwun Sewu ketemu polisi, kurang apa kita akan bantu,”lanjutnya.

Tak lupa Kapolda Jateng memberi semangat pada anak-anak terdampak covid-19 agar tak patah semangat.

“Adek-adek harus semangat, di Polda Jawa Tengah ada bagian psikologi yang dampingi adek-adek sekalian,” tuturnya.

Kurang dari 12 Jam, Sat Reskrim Polres Karanganyar Berhasil Tangkap Pelaku Percobaan Tindak Asusila

0

KARANGANYAR – Laki-laki berinisial PA (20) diamankan polisi karena mencabuli perempuan di bawah umur berinisial DL, warga Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo di area persawahan wilayah Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.

Antara pelaku dan korban diketahui telah menjalin pertemanan di media sosial selama 2 bulan dan belum pernah bertemu. hingga akhirnya pelaku mengajak korban bertemu pada Sabtu (30/10/2021).

Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla menyampaikan, semula korban diantar orangtuanya menuju ke rumah teman korban pada Sabtu pukul 18.15 Wib.

Akan tetapi korban meminta kepada ibunya supaya diturunkan di tengah perjalanan karena pelaku sudah menunggu dan bersiap untuk menjemput korban.

“Korban diajak muter-muter, kemudian berhenti di area persawahan wilayah Kebakkramat,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Karanganyar, Senin (1/11/2021).

Di area persawahan itu pelaku kemudian melakukan pencabulan kepada korban yang masih di bawah umur.

 

Lanjutnya, saat itu korban sempat menolak dan hendak menghubungi ibunya, tapi pelaku lantas merampas handphone tersebut.

Korban sempat diancam pelaku akan dibunuh apabila menolak diajak berhubungan badan.

Akhirnya korban pura-pura mau diajak berhubungan badan oleh pelaku dan meminta kembali handphone yang sebelumnya telah dirampas pelaku.

Saat pelaku hendak mengambil handphone yang diletakan di sepeda motor, korban lantas melarikan diri.

“Korban lari dan sembunyi di persawahan. Setelah aman, korban berlari ke perkampungan dan meminta bantuan warga,” jelasnya.

Warga yang saat itu melintas akhirnya menolong korban dan menghubungi polisi.

Polisi kemudian melakukan penyidikan.  “Pelaku berhasil ditangkap kurang dari 24 jam pada Minggu (31/10/2021). Pelaku ditangkap di rumahnya dan polisi menyita barang bukti terkait kasus itu,” ungkap Kapolres. Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku yang diketahui seorang pengangguran. Seperti handphone, pakaian dan sepeda motor yang digunakan pelaku.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 76 E Pasal 82 ayat 1 UU RI Nomor 17 Tahun 20216 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman penjara maksimal selama 15 tahun.

Kapolres Karanganyar mengimbau kepada orang tua supaya mengawasi aktivitas putra-putrinya dalam bermain media sosial. “Hati-hati apabila berkenalan di media sosial,” pungkasnya. (humaskra)

Dua Pemuda Diringkus Team Cobra Satuan Reserse Narkoa Polres Karanganyar

0

KARANGANYAR –  Pandemi menjadikan dua pemuda malah mengisi waktunya dengan mabuk ganja. AR, warga Genengan, Jumantono dan SA  warga Blorong Karanganyar harus berurusan dengan polisi karena berjual beli ganja kering untuk mabuk.

Kapolres Karanganyar AKBP Syafii Maula merilis kasus itu Senin (1/11) mengatakan, AR saat itu membeli ganja ke Saiful di rumahnya. AR mengaku sudah ketagihan merokok dengan ganja kering itu sejak tiga bulan terakhir. Dia yang menganggur memilih mengisi waktunya dengan mengganja itu.

‘’Atas informasi masyarakat, saat transaksi ganja itu keduanya tertangkap tangan dan tidak bisa mengelak lagi. Ganja yang dilinting menyerupai rokok itu dibelinya dari Saiful dan dia mendapatkan ganja itu dari D warga Tawangmangu yang kini kabur dan menjadi buronan polisi,’’ kata dia.

Dari pengakuannya dia membeli ganja itu Rp 100.000. Dapatnya ganja berukuran 5,02 gram yang sudah dilinting menjadi dua batang mirip rokok dan biasanya itu memang tinggal menghisap setelah dinyalakan seperti merokok.

Sangat disayangkan jika di masa pandemi ini menjadikan dua pemuda itu malah mengisi waktu luang dengan hal-hal yang melanggar hukum seperti fly dengan ganja atau narkoba jenis lain yang beberapa kali ditemukan oleh polisi.

Seharusnya memang waktu luang harus diisi dengan hal positif sebab sekarang ini justru banyak peluang untuk mengembangkan bisnis online. Bukan online sesama teman untuk membeli ganja seperti yang dilakukan dua pemuda tersebut.

engan kasus itu dua pemuda itu dijerat dengan pasal 114 UU Narkoba dan Psikotropika nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman lima tahun maksimal 12 tahun dan denda minimal Rp 800 juta maksimal Rp 8 miliar. (humaskra)

Kapolres Karanganyar Jalin Silaturahmi Dengan Wartawan

0

KARANGANYAR – Polres Karanganyar menggelar ramah-tamah dengan sejumlah awak media cetak, daring dan elektronik, Senin (01/11/2021).

Dalam ramah-tamah yang digelar di Gedung Wira Pratama, Polres Karanganyar, Kapolres AKBP Muhammad Syafi Maulla didampingi sejumlah perwira, diantaranya Wakapolres Kompol Kompol Purbo Adjar Waskito, Kasatreskrim AKP Kresnawan Hussein, Kasatlantas AKP Sarwoko, Narkoba Iptu Agus Susilo Utomo, Kasat AKP Intel Teguh Sujadi dan Kasi Humas Iptu Agung Purwoko.

Acara ramah-tamah Kapolres AKBP Muhammad Syafi Maulla serta PJU Polres Karanganyar berlangsung dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.

Meskipun berlangsung dalam suasana santai, Kapolres Karanganyar AKBP Muhammad Syafi Maulla tak lupa menyampaikan pesan-pesan pada para awak media.

Dalam sambutannya, Kapolres menekankan pentingnya sinergitas antara wartawan dan jajaran Polres Karanganyar dalam menciptakan suasana yang sejuk dan kondusif di Bumi Intan Pari

Dalam ramah tamah itu, Kapolres berharap agar kemitraan antara media dengan kepolisian terjalin.

Sebenarnya, ramah tamah dengan wartawan ini, ungkap Syafi sudah menjadi agenda tetap. Namun karena pandemi, ramah tamah dengan insan pers tertunda dan baru kali ini bisa digelar kembali.

Orang nomer satu dijajaran Polres Karanganyar ini mempersilahkan wartawan untuk menghubungi semua para Kasat bila ingin mengkonfirmasi apa saja informasi yang terjadi.

“Silakan konfirmasi pada para Kasat bila teman-teman media ingin mengkonfirmasi informasi. Karena kita semua bersama-sama menangkal informasi hoax yang saat ini beredar. Jangan sungkan, silahkan para Kasat dikontak untuk mencari informasi sebenarnya,”papar Kapolres Muhammad Syafi Maulla, Senin (01/11).

Menurut Syafi, media memiliki peran yang besar dalam mengedukasi dan mengarahkan masyarakat Karanganyar untuk menangkal dan menghindari berita-berita hoaks.

“Kami selalu terbuka dan siap bekerja sama dengan semua insan pers baik cetak, online dan elektronik untuk kemaslahatan atau kebaikan masyarakat Karanganyar,” kata Kapolres. (humaskra).

 

Tak Ragu ‘Potong Kepala’, Kapolri Copot 7 Pejabat Polisi

0

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukan komitmennya melakukan pembenahan internal Polri untuk jauh lebih baik. Salah satunya adalah berkomitmen untuk ‘potong kepala’ agar Polri semakin dicintai dan menjadi apa yang diharapkan oleh masyarakat.

Komitmen itu ditunjukan Kapolri dengan mencopot tujuh pejabat kepolisian di beberapa wilayah jajarannya. Yakni;

1. Kombes Pol Franciscus X. Tarigan, Dirpolairud Polda Sulbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

2. AKBP Deni Kurniawan, Kapolres Labuhan Batu Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

3. AKBP Dedi Nur Andriansyah, Kapolres Pasaman Polda Sumbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

4. AKBP Agus Sugiyarso, Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

5. AKBP Jimmy Tana, Kapolres Nganjuk Polda Jatim ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

6. AKBP Saiful Anwar, Kapolres Nunukan Polda Kaltara ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

7. AKBP Irwan Sunuddin, Kapolres Luwu Utara Polda Sulsel ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

Pencopotan satu Kombes tersebut tertuang dalam surat telegram nomor ST/2279/X/KEP./2021 per tanggal 31 Oktober 2021. Sedangkan, enam AKBP dicopot dalam telegram nomor ST/2280/X/KEP./2021 tanggal 31 Oktober 2021. Kedua telegram itu ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri.

“Ya ini tentunya sebagaimana komitmen dan pernyataan pak Kapolri, soal ‘ikan busuk mulai dari kepala’, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga serta semangat dari konsep Presisi. Komitmen ini jelas untuk melakukan perubahan dan perbaikan untuk menuju Polri yang jauh lebih baik lagi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (1/11/2021).

Dengan adanya keputusan tersebut, Argo menegaskan, seluruh personel Polri harus mampu memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan melayani masyarakat dan anggota dengan sangat baik serta menjadi prioritas.

Tak hanya itu, Argo juga berharap, dengan adanya komitmen ini, bisa menjadi efek jera bagi siapapun personel Kepolisian yang melanggar aturan.

“Jadilah pemimpin yang teladan, bijaksana, memahami, mau mendengar, tidak mudah emosi, dan saling menghormati. Dengan begitu, Polri kedepannya akan semakin mendapatkan kepercayaan di masyarakat,” ujar Argo.

Sebelumnya, terkait kepemimpinan, Kapolri Jenderal Sigit mengutip peribahasa, ‘Ikan Busuk Mulai dari Kepala’. Atau dengan kata lain, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.

“Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani. Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah,” papar Sigit.

Sebagai Kapolri, Sigit memastikan, dirinya beserta pejabat utama Mabes Polri memiliki komitmen untuk memberikan reward bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.

“Saya dan seluruh pejabat utama memiliki komitmen kepada anggota yang sudah bekerja keras di lapangan, kerja bagus, capek, meninggalkan anak-istri. Akan selalu komitmen berikan reward, kalau saya lupa tolong diingatkan.” ucap Sigit.

Namun sebaliknya, Sigit menegaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada.

Bahkan, Sigit tak ragu untuk menindak tegas pimpinannya apabila tidak mampu menjadi tauladan bagi jajarannya, apabila kedepannya masih melanggar aturan. Menurut Sigit, semua itu dilakukan untuk kebaikan Korps Bhayangkara kedepannya.

“Namun terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai,” tutup Sigit.

Kapolda Jateng : Anggota Polri Harus Cerdas Berempati dan Menjaga Rasa Keadilan Masyarakat

0

SEMARANG – Bertempat di halaman kantor mapolda setempat, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi memimpin apel pagi serta memberikan sejumlah penghargaan kepada personil-personil Polda Jateng yang berprestasi, Senin (1/11) pagi.

Dalam sambutannya, Irjen Ahmad Luthfi meminta seluruh anggota untuk terus bertugas secara maksimal sehingga hasil karyanya bisa betul-betul dirasakan masyarakat. Namun yang lebih penting, lanjut Kapolda, setiap personil wajib untuk cerdas berempati dan bersikap rendah hati dalam bertugas.

“Setiap anggota tidak boleh jumawa (sombong), upayakan untuk ramah dan bersifat melayani pada masyarakat. Jangan sampai prestasi yang telah dirintis lama oleh anggota menjadi hancur karena masyarakat menilainya sombong dan tidak peka dalam melayani mereka,” tegas Kapolda.

Irjen Ahmad Luthfi juga menegaskan pelaksanaan tugas di lapangan harus dijabarkan secara humanis dan jangan ragu mengucapkan permisi, terima kasih atau ungkapan lain untuk menunjukkan kerendahan hati sehingga masyarakat merasa dekat dan terayomi oleh Polri.

Setiap anggota Polri harus berempati dan bisa menjaga rasa keadilan masyarakat. Anggota juga harus berani berbaur dan terjun ke tengah masyarakat guna memahami permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Mari tunjukan keteladanan mulai dari level atas sampai level terbawah. Tidak boleh menegakkan hukum dengan cara melanggar hukum. Saya minta ini dipahami semua anggota,” ungkap Kapolda.

Kepada para penerima penghargaan, Kapolda berharap mereka tetap menjadi teladan dalam pelaksanaan tugasnya. Penerima penghargaan adalah kebanggaan bagi masyarakat dan keluarganya.

“Pemberian penghargaan adalah (trigger) pemicu bagi personil lain untuk berbuat yang terbaik. Saya harap penerima penghargaan menjadi contoh buat yang lain,” tegas Kapolda.