Minggu, April 5, 2026
Beranda blog Halaman 288

Pejabat Utama Polres Karanganyar Mengikuti Puncak Acara Peringatan Hari Sumpah pemuda ke-93 Tahun 2021 Secara Virtual

0

Karanganyar – Jajaran Pejabat Utama Polres Karanganyar mengikuti Puncak acara peringatan Hari Sumpah pemuda ke-93 Tahun 2021 secara virtual di Aula Wira Pratama I Polres Karanganyar, Kamis (28/10/2021).

Hadir pada acara virtual tersebut Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito, S.I.K, para Kabag, Kasat, Kasi serta Jajaran Perwira Polres Karanganyar, sedangkan Kapolres Karanganyar mengikuti kegiatan serupa bersama jajaran Forkopimda di Ruang Antorium Pendopo Bupati Karanganyar.

Puncak acara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-93 Tahun 2021 secara nasional dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga secara virtual yang disiarkan secara lansung melalui stasiun televisi nasional, hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh.” Tema ini tertera di logo Hari Sumpah Pemuda ke-93.(Humaskra).

Polres Karanganyar Amankan Dan Awasi Prokes Dalam Pelaksanaan Lomba Lari 10 K Dalam Rangka HUT DPRD Kabupaten Karanganyar

0

Karanganyar – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun DPRD Kabupaten Karanganyar ke-70 Tahun 2021, Kamis (28/11) dimulai pukul 07.20 Wib bertempat di halaman Kantor DPRD Kabupaten Karanganyar telah dilaksanakan kegiatan Lari 10 KM, yang diikuti oleh 98 orang peserta, dengan rincian senior putra 43 orang, Junior putra 35 dan junior putri 18 orang.

Kegiatan lomba 10KM tersebut mendapatkan pengamanan yang ketat oleh Polres Karanganyar, pengamanan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Karanganyar Kompol Joko Waluyono, dalam keterangannya, Kabag Ops menjelaskan bahwa dalam pengamanan kegiatan tersebut, Polres Karanganyar bekerjasama dengan Dishub dan Satpol PP Kabupaten Karanganyar. “ dalam pengamanan sekarang ini, kami menerjunkan sedikitnya 60 personil polres dan Polsek Karanganyar dengan dibantu oleh rekan-rekan dari Dishub dan Satpol PP Kabupaten Karanganyar,” imbuh Kabag Ops.

Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar menyampaikan bahwa Kegiatan lomba lari 10 Km tersebut ditujukan untuk menjaring atlet – atlet yang berprestasi, dan untuk menyambut HUT DPRD ke 70 tahun 2021 dengan tema “bersama kita mampu, mampu bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan mampu menekan covid – 19 di Kabupaten Karanganyar”.

Sementara itu Kapolsek Karanganyar AKP Nawangsih Waruju dalam kesempatan terpisah memberikan keterangan bahwa lintasan lomba lari 10 Km tersebut hamper seluruhnya diwilayah Kecamatan Karanganyar yaitu start DPRD menuju arah timur sampai dengan proliman bejen ambil kiri lurus sampai dengan proliman beji lurus menuju pertigaan pokoh ambil kiri lurus menuju pertigaan bonjot ambil kiri lurus sampai dengan kantor DPRD finish.

“Kami dari Polsek Karanganyar dan Polres Karanganyar bekerja sama dengan Satpol PP dan Dishub Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan pengamanan jalur lintasan lari 10 Km tersebut, tujuannya agar pengguna jalan dan peserta lomba sama – sama aman dan nyaman dalam menjalankan aktifitasnya.” Ungkap Kapolsek.

Selain itu, Kabag Ops Polres Karanganyar menegaskan bahw adalam pelaksanaan lmba lari 10 Km tersebut dengan memedomani Protokol Kesehatan yang ketat, sehingga kekhawatiran munculnya kluster dalam kegiatan ini dapat diminalisir.

Pantauan Humas Polres Karanganyar, lomba lari 10 Km tersebut selesai sekitar pukul 10.00 Wib dengan pemenang lomba yaitu kategori Senior putra Ari Nur Rahmadan (juara 1), Supadi (juara 2) dan Aan Adi Pratomo (juara 3). Sedangkan kategori Junior putra Firman Galuh (juara 1), Heri (juara 2) dan Amalanada (juara 3). Untuk kategori Junior putri  Naura (juara 1), Laila (juara 2) dan Putri Ayu (juara 3). Setelah para peserta mencapai garis finish kemudian dilakukan penyerahan hadiah dan piala. (humaskra)

 

Polres Karanganyar Berikan Layanan Terbaik Kepada Masyarakat Dengan Kerja Nyata

0

Karanganyar – Dimasa Pendemi Covid – 19 ini, Komitmen Polres Karanganyar dan jajarannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Karanganyar diwujudkan dengan senantiasa waspada terhadap segela kemungkinan ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah berjalannya operasi yustisi dengan sasaran pelanggaran protokol kesehatan (prokes) serta patroli blue light patrol (BLP) yang dilaksanakan polres Karanganyar dan Polsek Jajarannya.

Kabag Ops Polres Karanganyar Kompol Joko Waluyono mengatakan bahwa Polres Karanganyar bersinergi dengan instansi terkait dalam melaksanakan operasi yustisi terhadap masyarakat yang melanggar prookol kesehatan. lebih lanjut Kabag Ops menjelaskan, selain operasi yustisi dan patroli rutin, baik dilaksanakan pagi siang, sore dan malam hari, Polres Karanganyar juga telah mengeluarkan program vaksinasi yang setiap hari digelar di klinik pratama Polres Karanganyar.

“Tujuan utama dari kegiatan vaksinasi tersebt adalah untuk mewujudkan herd immunity khususnya di lingkungan warga Karanganyar.” ungkap Kompol Joko Waluyono pada Kamis (28/10).  Sebagaimana diketahui bahwa  Jajaran Kepolisian khususnya Polres Karanganyar beberapa waktu yang lalu telah mengeluarkan pengumuman resmi tentang adanya program vaksinasi bagi seluruh masyarakat, meskipun kuota dibatasi 100 dosis per hari, namun kegiatan tersebut mendapat sambutan yang positif dari warga masyarakat.

Selain vaksinasi, Polres Karanganyar juga memberikan akses kemudahan dalam pelayanan masyarakat kususnya dibidang pelayanan publik dengan mengeluarkan aplikasi SILAWU, tegas Kabag Ops.(humaskra)

Berjalan Aman dan Taat Prokes, Kapolda Jateng Apresiasi Pilkades Serentak Di Banjarnegara

0

BANJARNEGARA – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Banjarnegara.

Menurut Kapolda, pelaksanaan Pilkades di 14 desa pada 11 kecamatan di Banjarnegara, berlangsung cukup kondusif. Proses pemilihan hingga penghitungan pada sejumlah desa yang dianggap rawan konflik, ternyata berjalan lancar dan aman.

“Tentunya kesuksesan pelaksanaan Pilkades ini adalah wujud kesadaran masyarakat untuk berdemokrasi secara sehat, juga berkat peran personil pengamanan yang melakukan berbagai upaya pre emtif dan preventif,” ungkap Kapolda, Rabu (27/10) malam.

Irjen Luthfi juga mengapresiasi pelaksanaan pemilihan kades serentak ini yang dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Menurutnya, melaksanakan prosesi Pilkades yang aman ditambah dengan penerapan prokes ketat merupakan tantangan tersendiri. Maka dari itu Kapolda menyatakan salut atas pelaksanaan Pilkades serentak di Banjarnegara yang tak hanya sukses dalam pelaksanaan, tapi juga ketat penerapan prokesnya.

“Semoga para kepala desa terpilih adalah yang terbaik bagi desanya. Bisa memimpin dengan adil dan amanah serta menjadi motor bagi warga untuk ikut membangun desa ke arah yang lebih baik,” harap Kapolda.

Pelaksanaan Pilkades yang lancar menurut Kapolda, merupakan hasil dari kerja keras panitia serta pemerintah daerah, juga kesigapan tenaga pengamanan yang terlibat.

Sejumlah 969 personil pengamanan turut terlibat mengamankan pelaksanaan Pilkades ini. Adapun rincian personil yang terlibat adalah rincian 427 personil Polri, 112 personil TNI, 30 personil TNI cadangan Kodim serta 350 personil linmas. Adapun tenaga BKO pengaman dari Polda Jateng berjumlah 50 orang.

“Kesuksesan Pilkades di Banjarnegara ini merupakan perwujudan bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil, tentu saja ini semua adalah berkat ridho Tuhan Yang Maha Esa,” lanjut Irjen Luthfi.

Kapolda berharap, keberhasilan Pilkades serentak di Banjarnegara dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain.

“Penyebaran covid sudah mulai melandai, harapannya pengumpulan massa melalui Pilkades tidak menciptakan klaster baru penyebaran covid-19. Maka dari itu prokes harus tetap dijaga,” tegasnya.

Tutup Sespimti Polri Dikreg ke-30, Kapolri: Jadilah Pemimpin yang Layani Warga dan Anggota

0

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61 dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).

Dalam sambutannya, Sigit menekankan kepada seluruh perwira lulusan tersebut untuk bisa menjadi pemimpin yang mengayomi dan melayani bagi warga dan anggotanya.

“Jadilah pemimpin yang melayani. Pemimpin yang bisa melayani dan menempatkan anggota dan masyarakat sebagai prioritas. Jangan hanya memerintah tapi tidak tahu kesulitan. Ini menjadi masalah,” kata Sigit dalam sambutannya.

Menjadi seorang pemimpin, kata Sigit, harus memiliki sifat dan sikap yang kuat, menguasai lapangan, bergerak cepat, responsif, peka terhadap perubahan dan berani keluar dari zona nyaman.

Tak hanya itu, mantan Kapolda Banten ini menegaskan, seorang pemimpin harus mau turun ke bawah untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dari masyarakat dan anggotanya. Pemimpin yang kuat akan mampu menciptakan rasa saling menghormati antara pimpinan dan jajarannya.

Sigit menekankan, dalam menjalankan tugas, pemimpin tidak boleh mudah terpancing emosinya. Hal itu, sambung Sigit, dapat berpengaruh pada tindakan yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

“Turun langsung ke lapangan agar tahu apa yang dirasakan masyarakat dan anak buah. Jaga emosi, jangan terpancing. Emosi mudah meledak akan akibatkan perbuatan yang tidak terukur. Apalagi diberikan kewenangan oleh undang undang maka tindakan tidak tersebut akan berpotensi menjadi masalah,” ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Menurut Sigit, pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi semua pihak. Sebagaimana, semangat dari lahirnya konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Sigit menyatakan, konsep Presisi akan bisa dirasakan oleh masyarakat dan internal kepolisian, apabila benar-benar diimplementasikan dengan baik. Dengan melaksanakan gagasan itu, maka Polri akan menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

“Itu yang saya tuangkan dalam konsep Presisi. Bagaimana kita menghadirkan pemolisian yang prediktif, responsibilitas dan mampu melaksanakan semua secara transparan dan memenuhi rasa keadilan. Ini menjadi harapan masyarakat dan tugas rekan-rekan untuk mampu mewujudkan semua ini dari level pemimpin sampai dengan pelaksana,” kata Sigit.

Dalam perjalanannya, konsep Presisi telah melahirkan tingkat kepercayaan masyarakat yang meningkat berdasarkan survei di pertengahan tahun. Namun, Sigit mengakui, belakangan ini tren positif kepercayaan itu mengalami penurunan karena adanya beberapa perbuatan oknum.

Namun, Sigit percaya bahwa, institusi Polri jauh lebih banyak diisi oleh orang-orang yang baik dan memiliki semangat perubahan untuk mewujudkan semangat dari Presisi.

“Kemudian survei di awal Oktober kita turun, karena adanya penyimpangan anggota yang viral dengan cepat dengan didukung perkembangan teknologi informasi dalam dunia media. Ketika banyak anggota yg viral, maka itu menjadi koreksi bagi kita masyarakat. Maka dari itu, perbuatan yang dilakukan oleh personel bila bersifat positif maka dampaknya secara organisasi akan positif. Begitupun sebaliknya. Jadi persepsi itu muncul menjadi generalisasi. Masih sangat banyak polisi yang baik dibanding oknum sehingga manfaatkan perkembangan teknologi untuk memunculkan terobosan kreatif dan positif yang ada.” ujar Sigit.

Terkait kepemimpinan, Sigit pun mengutip peribahasa, ‘Ikan Busuk Mulai dari Kepala’. Atau dengan kata lain, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.

“Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani. Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah,” papar Sigit.

Sebagai Kapolri, Sigit memastikan, dirinya beserta pejabat utama Mabes Polri memiliki komitmen untuk memberikan reward bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.

“Saya dan seluruh pejabat utama memiliki komitmen kepada anggota yang sudah bekerja keras di lapangan, kerja bagus, capek, meninggalkan anak-istri. Akan selalu komitmen berikan reward, kalau saya lupa tolong diingatkan.” ucap Sigit.

Namun sebaliknya, Sigit menegaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada.

Bahkan, Sigit tak ragu untuk menindak tegas pimpinannya apabila tidak mampu menjadi tauladan bagi jajarannya, apabila kedepannya masih melanggar aturan. Menurut Sigit, semua itu dilakukan untuk kebaikan Korps Bhayangkara kedepannya.

“Namun terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai,” tutur Sigit.

Sementara itu, Sigit juga meminta kepada seluruh personel Polri untuk siap menghadapi segala bentuk tantangan baik dari dalam ataupun luar negeri. Kepolisian harus mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Adapun tantangan yang harus dipersiapkan antara lain, kejahatan terorisme, kemajuan teknologi informasi di Revolusi 4.0, Pandemi Covid-19, pinjaman online ilegal, bencana alam, dan Pemilu kedepannya.

Teruslah Bertaring, Pak Polisi

0

SEMARANG – POLISI dicaci polisi di hati. Mungkin istilah itu tepat untuk menggambarkan apa yang tengah terjadi sekarang ini pada institusi Polri. Di satu sisi, berbagai persoalan yang melibatkan oknum anggota Polri menyita perhatian besar. Bahkan beberapa waktu lalu, hastag Percuma Lapor Polisi sempat mebahana di jagad media sosial.

Sebagai institusi yang sangat besar plus berhubungan langsung dengan masyarakat, Polri tentu selalu disorot. Sebut saja kasus dugaan merudapaksa anak tersangka yang dilakukan oknum Kapolsek di Sulawesi Tengah hingga polantas yang pacaran di mobil dinas. Semuanya jadi sorotan netizen dan media arus utama.

 

Polisi punya ratusan ribu anggota yang semuanya adalah manusia biasa. Mulai dari pangkat terendah hingga Kapolri sekalipun, adalah manusia yang tak luput dari kesalahan.

Bedanya, mereka adalah Polri sehingga sorotan akan lebih besar. Karena mereka manusia biasa pulalah, tentunya Polri harus bisa berbenah dan menjadi lebih baik ke depannya. Bukankah katanya, pengalaman adalah guru terbaik?

 

Di sisi lain, kinerja Polri juga patut diapresiasi. Secara pribadi, saya kerap merasa terganggu dengan SMS tawaran pinjaman bunga rendah, proses mudah, dan cepat. Saya tidak tahu apakah tawaran itu dari pinjaman online ilegal atau tidak karena saya tak pernah menggubrisnya.

 

Namun setidaknya, saat Polri gencar memberangus pinjaman online ilegal, pesan singkat mengenai hal itu tak pernah ada lagi.

 

Apresiasi juga berdatangan dari masyarakat, termasuk di Kota Semarang. Warga sangat mendukung Polri dalam memberantas pinjol ilegal karena sudah sangat meresahkan dan dampaknya sudah mengkhawatirkan.

 

Bahkan secara tidak langsung pinjol ilegal telah memakan korban jiwa di mana si korban pinjol asal Wonogiri itu pilih mengakhiri hidupnya karena tak kuat dengan teror penagih utang pinjol ilegal.

 

Pada dasarnya, pinjol ilegal, juga berpikir ulang untuk meneror bila korbannya lapor polisi. Buktinya, seperti yang dikatakan Ketua Dewan Pendiri Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (LBH Rupadi) Joko Susanto. Menurutnya, ia pernah punya klien yang diteror pinjol ilegal. Setelah mengadu ke Ditrekskrimsus Polda Jateng, teror itu berhenti.

 

Hal itu juga membuktikan bila polisi tetap “punya taring” bagi mereka yang berpotensi melanggar hukum. Dengan lapor ke polisi, setidaknya teror yang dialami klien Joko Susanto itu berakhir. Demikian juga dengan teror pada rekan-rekan klien bersangkutan itu.

 

Tidak hanya pada pinjol ilegal saja. Banyak sekali kasus-kasus di mana orang yang tadinya segarang macan lapar, jadi kucing jinak bila sudah di kantor polisi. Bentakan-bentakan disertai ancaman serta wajah garang, berubah jadi pucat, nada bicara yang halus, rangkaian kalimat permintaan maaf, bahkan tak jarang dibarengi dengan tetesan air mata.

 

Biar bagaiamanapun juga, polisi tetap “bertaring”. Karena itulah, segenap rakyat Indonesia berharap, taring polisi itu digunakan untuk menggigit mangsa yang seharusnya. Bila macan di hutan berburu kijang dan membunuhnya, tidak akan ada penyayang binatang yang menghujat. Namun jika gajah mencari makanan di dapur warga, tentu hal itu jadi pertanyaan semua orang, apakah habitatnya sudah rusak sehingga harus cari makan di permukiman.

 

Demikian juga Polri. Saat ini, saya yakin 100 persen jika sebenarnya lebih banyak taring Polri digunakan untuk menggigit mangsa sebagaimana mestinya, para pelanggar hukum yang membuat keresahan. Namun sebagai institusi besar, namanya oknum tetap tak bisa dihindari. Tinggal bagaimana menciptakan sistem reward dan punishment terbaik agar bila ada oknum berbuat salah, masayakat yakin bila institusinya akan memberi hukuman setimpal. Nuwun Pak Polisi, teruslah bertaring. Dikutip  https://jateng.tribunnews.com/2021/10/27/fokus-teruslah-bertaring-pak-polisi Oleh Galih Pujo Asmoro

Guna Mewujudkan Kamseltibcarlantas Yang Nyaman Dan Aman, Satlantas Polres Karanganyar Gencarkan Penindakan Kasat Mata

0

Karanganyar – Kali ini Satlantas Polres Karanganyar melakukan penindakan secara kasat mata di simpang 4 Kebakramat menjelang aktivitas masyarakat pagi hari pukul 06.30 WIB Rabu (27/10/2021).

Kasat Lantas Polres Karanganyar diwakili Kanit Turjawali Ipda Marindra, MH selaku yang mempimpin langsung penindakan pelanggaran kasat mata dengan Sasaran Knalpot Brong menyampaikan penindakan kali ini dilakukan padi hari mengingat seiring masyarakat memulai aktifitas situasi lalu-lintas jalan raya juga ada kepadatan disitulah muncul potensi rawanya laka lantas.

Penindakan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dengan penggunaan masker , dan selalu mengingatkan bagi pelanggar Lalu lintas untuk selalu jaga jarak, serta penindakan pelanggaran Kasat mata dengan sasaran Knalpot Brong dan pelanggaran berpotensi laka di wilayah Hukum Polres Karanganyar dalam rangka mewujudkan Kamseltibcarlantas yang nyaman dan aman

Hasil dari penindakan 74 lembar tilang dengan mengamankan STNK 62, SIM 7 dan Ranmor 5, setelah selesai penilangan dilakukan input BRIVA untuk selanjutnya pelanggar dapar melakukan pembayaran melalui Bank BRI, dan untuk knalpot brong untuk diganti standar di Kantor Satlantas pada hari dan jam kerja.(humaskra)

Apel Gabungan Satu Tujuan Memerangi Covid-19

0

Karanganyar – Salah satu upaya pencegahan virus covid–19 di masa PPKM level II di wilayah Kabupaten Karanganyar, kususnya di wilayayah kecamatan Jenawi dilakukan Apel Gabungan Polsek Jenawi ,Koramil ,BPBD Kab.Karanganyar beserta Relawan dilanjutkan penyemprotan disinfektan di lokasi fasilitas umum, Rabu (27/10/2001).

Penyemprotan disinfeksi dan sterilisasi menggunakan cairan disinfektan pada daerah atau tempat dengan tingkat kerawanan. Tempat yang memiliki kerawanan tinggi adalah tempat-tempat keramaian seperti di tempat-tempat umum, rumah ibadah, pusat pelayanan kesehatan dan perkantoran.

 

Pada pelaksanaan apel dihadiri oleh para forkopimca antara lain Kapolsek, Danramil dan Camat Jenawi,serta peserta relawan Relawan Rengganis Jenawi, PSHT Ranting Jenawi,  Relawan Sar MTA Kec Jenawi, SCL ( sedulur Cemoro Lawu) dan Satpol PP Kec Jenawi

Camat Jenawi Ali Qodri S.S.T.P dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta apel dalam rangka penyemprotan disinfektan sasaran di tempat tempat fasilitas umum kec Jenawi dan BPBD Kab.Karanganyar Selaku Penyelenggara serta dukungan dari Polsek dan Koramil Jenawi.

Japolsek Jenawi Polres Karanganyar AKP Sudirman menambahkan bahwa kegiatan apel gabungan dilanjutkan penyemprotan disinfektan tersebut merupakan bentuk sinergitas TNI – Polri, BPBD dan element yang ada di masyarakat dengan satu tujuan memerangi virus Covid-19. (Humasreskra).

Revitalisasi Museum Polri, Kapolri: Ukir Prestasi yang Baik untuk Mengisi Lembaran Putih Sejarah

0

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan revitalisasi museum Polri Tahun Anggaran (TA) 2021. Hal itu bertujuan untuk mengenang sejarah panjang akan peran penting institusi Korps Bhayangkara dari zaman ke zaman di Indonesia.

Dalam peresmian museum ini, Sigit mengutip pernyataan dari salah satu pendiri bangsa Indonesia, Ir. Soekarno, soal ‘Jas Merah’ atau Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sejarah. Polri juga memiliki peran penting dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari para penjajah. Sehingga, semangat nilai heroik tersebut harus dipertahankan dan ditanamkan seluruh personel Polri dewasa ini.

“Sejarah bagaimana Polisi pada saat itu ikut di dalam, meraih kemerdekaan, dan sejarah bagaimana polisi ikut mempertahankan kemerdekaan. Tentunya itu adalah nilai heroik yang harus selalu ditanamkan dalam sanubari dan tentu kita tanamkan di hati penerus kita. Hal-hal itu harus kita pelihara. Dan disinilah peran museum Polri,” kata Sigit mengawali sambutannya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021).

Meski begitu, mantan Kapolda Banten ini menyatakan, seluruh personel harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman dewasa ini. Dimana, pesatnya kemajuan perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi, yang tentunya akan berdampak pada marwah Polri di mata masyarakat.

Menurut Sigit, sebagai generasi penerus di institusi Polri dewasa ini, seluruh jajaran harus mengukir sejarahnya sendiri. Tentunya, catatan sejarah tersebut harus bersifat prestasi, bekerja secara profesional serta bertugas sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia saat ini.

“Oleh karena itu pilihan kita bagaimana, pada saat ini kita mengukir sejarah. Kita mencatat dalam buku putih sejarah dengan prestasi-prestasi dengan hal yang baik untuk organisasi kita, karena ini akan dikenang ke depan oleh generasi penerus kita,” ujar Sigit.

Di era serba keterbukaan informasi ini, eks Kabareskrim Polri ini juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Polri untuk bersikap bijaksana dan profesional. Mengingat, setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang Polisi, hal itu akan berdampak pada citra dari Polri. Ia menekan semangat perubahan sebagaimana konsep Presisi harus terus diimplementasikan setiap saat.

“Ke depan saya inginkan polisi dicintai, karena kita melindungi dan mengayomi masyarakat. Karena itu Polri hadir di tengah-tengah masyarakat itu yang ingin kita ciptakan,” ucap Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga menyampaikan restu atau dukungannya terhadap rencana pembangunan museum di Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang, Jawa Tengah. Menurutnya, tempat tersebut simbol dari lahirnya personel kepolisian yang selalu setia melayani dan mengayomi masyarakat.

Dibangunnya museum di Akpol juga diharapkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan sejarah panjang dari institusi Korps Bhayangkara di Indonesia.

“Tentunya kita mendukung rencana ke depan, dengan mendirikan museum di Akpol, karena disanalah kita lahir, dan dari situlah
tentunya kita harus ingat,” tutur Sigit.

Terkait revitalisasi museum Polri, Sigit mengapresiasi jajarannya karena telah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan meluncurkan aplikasi museum virtual 4.0. Platform itu akan membantu mengenalkan sejarah panjang Polri kepada seluruh lapisan elemen masyarakat.

Untuk diketahui, museum Polri dibangun tahun 2009 bertepatan pada Hari Bhayangkara ke-63 dan dibangun pada saat Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri menjabat sebagai Kapolri.

Sidik Kasus Tewasnya Mahasiswa UNS, Polisi Temukan Tanda Kekerasan Saat Otopsi

0

SURAKARTA – Penyebab tewasnya GE, mahasiswa UNS saat mengikuti Diklatsar Menwa mulai terkuak. Mahasiswa asal Keti, Dayu, Karangpandan, Karanganyar itu meninggal akibat tindak pidana kekerasan akibat pemukulan yang mengenai kepalanya.

Hal itu dikemukakan Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy saat dkonfirmasi, Selasa (26/10) siang.

Menurutnya, korban terkena beberapa pukulan di bagian kepala sehingga hal itu yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

“Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak,” tegas Kabidhumas mewakili Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kabidhumas mengatakan otopsi dilakukan langsung Kabiddokes Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti. Hasil otopsi menyatakan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Untuk berapa titik saya belum bisa sebutkan,” ujar Kombes Iqbal.

Menurutnya, hasil otopsi akan disampaikan kurang dari sepekan. Pihaknya akan menyampaikan secara resmi hasil otopsi tersebut.

“Hasilnya keluar kurang dari sepekan,” tuturnya.

Iqbal menuturkan hingga saat belum ada satu yang ditetapkan tersangka. Namun demikian kepolisian masih terus melakukan penyelidikan perkara tersebut.

“Sementara kami masih sidik. Belum ada yang ditetapkan tersangka. Namun dari visum ada tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Ia mengatakan hingga saat ini Polisi telah memeriksa saksi yang terlibat dalam Diksar tersebut. Disamping itu Polisi juga telah memeriksa saksi dari pihak kampus.

“Semua sudah kami periksa. Pemeriksaan dilakukan secara maraton. Secepat akan kami sampaikan,” tandas Kabidhumas.